Seorang teman kelihatan sangat letih dan loyo begitu keluar dari sebuah pintu yang di atasnya tertulis slogan “tubuh segar pikiran sehat”. Walaupun dia baru selesai mandi, tapi wajah yang lelah itu tidak bisa ditutupi. Pintu kaca itu adalah bagian depan sebuah tempat kebugaran atau istilahnya tempat ngegym atau fitness.
Instruktur dan para mereka yang menjamu tamu dibagian depan memang kelihatan segar dan berotot. Paling tidak mereka berhasil mengesankan bahwa slogan di pintu masuk tersebut tidak bohong. Tapi kita jangan lupa bahwa mereka bekerja disitu dan digaji untuk tampil seperti itu. Tidak terbayangkan kalau kita disambut oleh orang yang seperti baru sembuh dari tipus.
Teman yang baru keluar tersebut menyempatkan mampir ke tempat itu untuk alasan yang sederhana, agar kelihatan segar. Kesegaran tadi pagi telah sirna, setelah seharian duduk dan beradu padang seharian dengan layar komputer. Sialnya, bukan kesegaran yang didapat, justru mukanya semakin kelihatan tua dan lelah.
Dibandingkan dengan kawan lain yang memilih olahraga dalam bentuk permainan untuk mengembalikan kesegarannya. Walaupun dia bermain lebih lama dan juga berkeringat, mukanya kelihatan jauh lebih segar dan ceria.
Ketika ngegym praktis hanya tubuh kasar ini yang bergerak dan berkeringat. Orang sering lupa bahwa faktor psikologis atau kejiwaan juga perlu diajak berolahraga. Di tempat fitness senyum lebar, ketawa ketiwi tidak dibutuhkan, yang di kejar adalah seberapa lama kita bisa lelah dan tidak sanggup lagi mengangkat barbel atau berpacu di atas lintasan atau sepeda statis tersebut.
Berbeda dengan olahraga yang bersifat permainan. Selain melatih otot dan menggerakkan jasad kasar ini, kita juga melatih bagian halus dari tubuh ini, yaitu kejiwaan. Berteriak, tertawa dan memaki salah satu bentuk "senam" jiwa. Melepaskan emosi dan mengekpresikan perasaaan unsur penting dalam membentuk jiwa yang sehat. Inilah salah satu metode untuk menghalau stres dari kepala.
Kalau kita kembali keawal maka teman yang menginginkan kesegaran dengan cara ngegym justru menua, untuk senyumpun berat. Berbanding terbalik dengan teman yang baru selesai main futsal, dia justru kelihatan segar dengan tawa lepas. Ada baiknya mikir-mikir dulu sebelum mengambl pilihan.
Tubuh yang berotot tidak selalu kelihatan segar. Kadang harus punya prioritas di tengah kebingungan menentukan pilihan. Selamat berolahraga...!