Ferry | 1 tahun lalu | dibaca 330 x
Freegan, Perlawanan Kepada Pengusaha Tamak

Freegan, Perlawanan Kepada Pengusaha Tamak

sampah, makanan, new york, kelompok
Gerakan protes dena yang unikgan car
S

ekelompok warga New York memilih untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dari makanan yang ditemukan di tempat sampah. Kebanyakan anggota tidak masuk golongan warga miskin karena mereka punya pekerjaan dan penghasilan yang menunjang.

Alicia Wood dan Isabelle Reanecke adalah dua gadis muda asal Australia. Di tangan mereka terlihat beberapa kantong plastik supermarket yang tidak lagi mulus dan terisi barang ringan. Dengan langkah pasti mereka mendekati tumpukan kantong plastik sampah hitam di trotoar dan mulai membungkuk membuka ikatannya.

Mereka tidak sendiri, sekelompok orang muda yang ternyata berjalan bersama mereka juga ikut dengan serius mengerumuni dan menggerayangi tumpukan sampah tadi. Apa yang mereka kerjakan?

Ternyata mereka mengikuti tur sampah atau yang lebih dikenal dengan istilah dumpster diving. Saat ditanya, Alicia berkata, "Kami tahu tentang gaya hidup ini lewat acara Oprah dan tidak mau ketinggalan kesempatan bagus ikut kegiatan yang tidak ada di kota kami di Australia."

Dumpster diving diterjemahkan langsung sebagai Menyelam Bak Sampah. Kegiatan ini dilakukan oleh sekelompok warga New York secara rutin protes terhadap sistem yang mendukung keserakahan perusahaan besar.

Kelompok ini menamakan dirinya Freegans. Yaitu orang yang menggunakan strategi alternatif untuk hidup yang didasarkan pada partisipasi terbatas. dalam ekonomi konvensional dan konsumsi minimal sumber daya.

Para Freegans ini ingin mengkritisi dan memprotes sikap masyarakat yang artificial dan pura-pura. Solidarisme pura-pura, kedermawanan yang juga pura-pura, atau singkatnya apa yang masyarakat kini lakukan  hanyalah membangun persaingan demi keserakahan dan ketamakkan.

Menurut Janet, salah satu pengelola kegiatan dumpster diving, apa yang meraka lakukan bukan hanya karena ingin makan gratis tapi untuk menyatakan protes atas pemborosan yang dilakukan oleh perusahaan besar seperti supermarket ini.

Pada umumnya mereka, kaum Freegans dan dumpster diving ini juga mempertanyakan sistem, dimana banyak makanan yang masih bisa dimakan tapi dibuang sementara banyak sekali orang miskin dan tidak punya makanan, bahkan di kota besar ini.

Janet mempraktekkan gaya hidup Freegan sejak enam tahun lalu dan salah satu pendiri kelompok "Dumpster Diving" di New York ini. Dimulai tahun 2003 dengan enam orang, sekarang anggota kelompok ini sudah lebih dari 1.000 orang. Kebanyakan anggota tidak masuk golongan warga miskin, bahkan lebih banyak golongan menengah, dan mereka semua punya pekerjaan dan penghasilan yang sangat menunjang.

Mereka bertemu setiap dua minggu sekali untuk menyelamatkan makanan bersama dan mengajarkan cara dumpster diving yang benar, walau tidak jarang anggota berkeliling secara pribadi.

Sundance Wen, seorang pelajar di New York, yang ikut rombongan dengan bersepeda, mendengar tentang kegiatan ini secara tidak sengaja, "Memang agak aneh mengais sampah, tapi justru itu yang menandakan adanya kesalahan dalam sistem di AS. Kegiatan ini juga menentang norma sosial dan saya ingin ikut supaya bisa dapat pencerahan tentang cara kerja masyarakat."

Freeganism adalah boikot total sistem ekonomi di mana motif keuntungan telah menghilangkan cahayanya pertimbangan etika. Freegan sendiri adalah singkatan dari "Free" dan "vegan". Vegan adalah orang yang menghindari produk yang berasal dari hewan.

Kaum Freegans juga mempunyai keyakinan bahwa dalam membangun ekonomi, keuntungan didorong sedemikian sehingga terjadi pelanggaran-pelanggaran terhadap kemanusiaan, hewan, dan bumi serta sumber daya alamnya.

Mereka juga mengakui bahwa hampir seluruh kepemimpinan di dunia ini di atur oleh pemilik modal, sehingga pemimpin yang nampak tidak lebih dari dictator boneka yang dikekang oleh kepentingan para pebisnis. Dan menjadi Freegans adalah perlawanan terhadap moral mereka. Bahwa sampah itu tidak jahat. Mereka yang jahat, mereka yang membuang makanan yang masih bisa dimakan adalah salah satu bentuk kejahatan.

sumber : http://www.oktomagazine.com/oktonews/daily_news/2860/freegan..perlawanan.kepada.pengusaha.tamak

People+Community

Science+Technology

Sport+Health

Creative+Business

Art+Culture

Syndicate Blogs

Agenda
VOTE: Voice from the East
Glen Fredly, Edo Kondolongit dkk
Yogyakarta, 14 April 2012

Breaking News

1 tahun lalu | baca: 3480x
2 tahun lalu | baca: 2703x

Most Popular

2 tahun lalu | baca: 5678x
2 tahun lalu | baca: 5081x
1 tahun lalu | baca: 4437x
1 tahun lalu | baca: 3480x
2 tahun lalu | baca: 2703x
2 tahun lalu | baca: 2462x
2 tahun lalu | baca: 2409x
User Info
Online: 13
Member: 0 | Tamu: 13
Hari ini: 147
Total Visitor: 105009
Sejak 07/Feb/2011